8 Kuliner Lokal Blitar Favorit Wisatawan


Blitar memiliki kekayaan kuliner yang sudah bertahan selama puluhan tahun dan menjadi tujuan wisata kuliner bagi para pelancong. 

Banyak rumah makan legendaris tetap mempertahankan resep turun-temurun, sehingga cita rasanya tetap konsisten dari generasi ke generasi.

Mulai dari nasi pecel khas Blitar, soto berkuah hitam, bebek goreng empuk, bakso legendaris, hingga ikan uceng goreng yang renyah, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. 

Berikut delapan kuliner legendaris Blitar yang layak masuk daftar kunjungan saat berada di kota ini.

1. Pecel Mbok Bari, Ikon Kuliner Pagi Hari di Blitar


Jika berbicara mengenai kuliner khas Blitar, nama Pecel Mbok Bari hampir selalu menjadi rekomendasi utama. Warung ini telah lama menjadi favorit masyarakat maupun wisatawan berkat bumbu kacangnya yang memiliki perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.

Sepiring nasi pecel disajikan bersama aneka sayuran segar seperti bayam, kacang panjang, tauge, daun pepaya, hingga kenikir. Pengunjung juga dapat menambahkan berbagai lauk seperti rempeyek, tempe goreng, tahu, telur, maupun aneka gorengan.

Pecel Mbok Bari kini memiliki beberapa cabang yang tersebar di Kota Blitar.

  • Mbok Bari 1 berada di Jl. Ir. Soekarno No.217, buka setiap hari pukul 05.30–15.00.
  • Mbok Bari 6 berada di Jl. Ir. Soekarno No.189, buka pukul 05.30–15.00, khusus hari Rabu mulai pukul 05.00.
  • Mbok Bari 3 di Jl. Ahmad Yani No.93 memiliki jam operasional paling panjang, yaitu 05.30–21.00.
  • Mbok Bari 2 berada di kawasan Sentul, melayani pelanggan pukul 06.00–17.00.
  • Depot Mbok Bari 6 di Jl. Ir. Soekarno No.244 menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang berada di kawasan Bendogerit dan Sananwetan.

Keberadaan banyak cabang memudahkan wisatawan menikmati nasi pecel khas Blitar tanpa harus mengantre di satu lokasi saja.

2. Soto Bok Ireng, Soto Daging dengan Kuah Hitam yang Unik


Kuliner berikutnya yang tidak kalah legendaris adalah Soto Bok Ireng. Keistimewaannya terletak pada kuah berwarna hitam kecokelatan yang berasal dari racikan bumbu tradisional.

Proses memasaknya masih mempertahankan cara lama menggunakan kuali tanah liat dan kayu bakar. Cara memasak tersebut menghasilkan aroma khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Potongan daging sapinya terkenal empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke serat daging. Kuahnya kaya rempah sehingga cocok dinikmati saat pagi maupun siang hari.

Soto Bok Ireng berlokasi di Jl. Kelud, Kepanjen Lor, buka mulai pukul 07.00–15.00, sedangkan pada akhir pekan biasanya tutup lebih awal sekitar pukul 14.00.

3. Bebek Yamaha, Favorit Pecinta Kuliner Malam


Nama Bebek Yamaha cukup unik karena berasal dari lokasi warung yang dahulu berada di dekat dealer sepeda motor Yamaha. Meski namanya sederhana, tempat makan ini telah lama menjadi salah satu tujuan wisata kuliner malam di Blitar.

Menu utamanya adalah bebek goreng dengan tekstur daging yang empuk dan tidak alot. Bumbu meresap hingga ke bagian dalam sehingga tetap lezat meski hanya disantap bersama nasi hangat dan sambal.

Warung ini berada di Jl. Mastrip No.24, Kepanjen Kidul dan beroperasi mulai pukul 17.00–23.00. Pengunjung perlu mengingat bahwa Bebek Yamaha tutup setiap hari Jumat.

4. Mie Ayam Karanglo yang Selalu Ramai Pengunjung


Bagi pencinta mi ayam, Mie Ayam Karanglo merupakan salah satu nama yang cukup terkenal di Kota Blitar.

Mi yang digunakan memiliki tekstur kenyal dengan kuah kaldu gurih yang menjadi ciri khasnya. Potongan ayam berbumbu melimpah membuat satu porsi terasa mengenyangkan.

Warung ini banyak dipilih masyarakat sebagai menu makan siang karena porsinya cukup besar dengan harga yang tetap bersahabat.

Mie Ayam Karanglo berlokasi di Jl. Sumatra, Sananwetan, buka pukul 11.00–17.00 dan tutup setiap hari Minggu.

5. Bakso Gangsar, Legenda Bakso yang Memiliki Banyak Cabang


Bakso Gangsar merupakan salah satu merek bakso paling terkenal di Blitar. Tekstur baksonya padat, kenyal, dan menggunakan kuah kaldu sapi yang gurih.

Selain bakso halus, tersedia pula bakso urat dan berbagai pilihan pelengkap yang membuat pengunjung memiliki banyak variasi menu.

Kini Bakso Gangsar memiliki beberapa cabang.

  • Bakso Gangsar 1 di Jl. Sakura No.36, buka 10.00–21.30.
  • Cabang Bendogerit di Jl. S. Supriadi, buka 10.00–22.00 dengan area makan yang lebih luas.
  • Bakso Gangsar 3 di Jl. Sumatra, Sananwetan, buka 09.30–21.00.
  • Bakso Gangsar 4 di Jl. Palem No.90, Rembang, buka 10.00–21.30.
  • Bakso Frozen Gangsar di Jl. Jawa Gang Sarbani, melayani pembelian bakso beku pukul 08.00–16.00 sehingga cocok dijadikan oleh-oleh khas Blitar.

Keberadaan outlet bakso beku menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa Bakso Gangsar ke daerah asal.

6. Warung Mak Nyak dengan Sajian Masakan Rumahan

Jika ingin menikmati masakan rumahan khas Jawa, Warung Mak Nyak dapat menjadi pilihan menarik.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari ayam, ikan, sayur, hingga berbagai lauk tradisional yang dimasak menggunakan bumbu rumahan.

Cabang DORBQ x Waroeng Mak Nyak di Jl. Ir. Soekarno No.184 menghadirkan konsep yang lebih modern sehingga cocok sebagai tempat makan bersama keluarga maupun teman. Tempat ini buka pukul 10.00–22.00 dan tutup setiap hari Jumat.

Sementara itu, cabang lain berada di Jl. Sedap Malam No.2A, Kepanjen Kidul dengan suasana warung tradisional yang sederhana namun tetap nyaman.

7. Sate Kambing TGP, Daging Empuk Tanpa Bau Prengus


Sate Kambing TGP menjadi tujuan favorit bagi pencinta olahan kambing.

Potongan dagingnya terkenal tebal namun tetap empuk ketika disantap. Salah satu keunggulannya adalah aroma prengus yang sangat minim sehingga lebih mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Selain sate, pengunjung juga banyak memesan gule kambing yang memiliki kuah kental dan kaya rempah.

Warung ini berada di Jl. TGP No.42, Kepanjen Kidul, buka setiap hari mulai pukul 09.00–21.00.

8. Sego Uceng, Kuliner Khas yang Sulit Ditemukan di Daerah Lain


Kuliner terakhir yang layak dicoba adalah Sego Uceng. Hidangan ini menggunakan ikan uceng, yaitu ikan air tawar berukuran kecil yang banyak ditemukan di sungai-sungai Jawa.

Ikan digoreng hingga kering dan renyah sehingga dapat dimakan bersama tulangnya. Biasanya disajikan bersama nasi hangat, sambal, lalapan, dan lauk pendamping lainnya.

Salah satu tempat yang cukup dikenal adalah Sego Uceng di kawasan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo. Meski lokasinya sedikit bergeser dari jalur menuju Kanigoro, banyak wisatawan rela datang karena cita rasanya yang khas.

Kuliner ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan menu ikan pada umumnya sekaligus memperkenalkan kekayaan hasil perairan lokal Blitar.

Wisata Kuliner yang Mencerminkan Identitas Blitar

Keberadaan delapan kuliner legendaris tersebut menunjukkan bahwa Blitar memiliki tradisi kuliner yang kaya dan beragam. Setiap tempat menawarkan karakter tersendiri, mulai dari resep turun-temurun, teknik memasak tradisional menggunakan kayu bakar, hingga penggunaan bahan-bahan lokal yang masih dipertahankan.

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Blitar, memulai hari dengan menikmati Pecel Mbok Bari, makan siang di Soto Bok Ireng atau Bakso Gangsar, kemudian menutup malam dengan Bebek Yamaha atau Sate Kambing TGP bisa menjadi pengalaman kuliner yang lengkap. Sementara itu, Sego Uceng menghadirkan cita rasa khas daerah yang sulit ditemukan di kota lain.

Wisata kuliner bukan sekadar menikmati makanan, tetapi juga menjadi cara mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat. 

Dengan beragam pilihan tersebut, tidak mengherankan jika Blitar terus menjadi salah satu destinasi kuliner menarik di Jawa Timur yang selalu berhasil membuat wisatawan ingin kembali lagi.

0 Comments

Tinggalkan jejak komentar di sini