10 Universitas dengan Lahan Terluas di Indonesia, Ada yang Mengelola Hutan Pendidikan Lebih dari 20 Ribu Hektare
Ketika membicarakan kampus terbesar di Indonesia, banyak orang langsung membayangkan luas kawasan kampus utama.
Padahal, ukuran sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh luas bangunan perkuliahan atau kompleks akademiknya.
Banyak universitas negeri di Indonesia juga mengelola hutan pendidikan, kebun percobaan, laboratorium lapangan, kawasan konservasi, hingga experimental farm yang menjadi bagian integral dari kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Jika seluruh aset tersebut dihitung secara akumulatif, urutan kampus dengan lahan terluas berubah drastis.
Universitas yang selama ini dikenal memiliki kampus utama sangat luas ternyata bisa berada di bawah perguruan tinggi yang mengelola kawasan hutan pendidikan ribuan hektare.
Berikut daftar 10 perguruan tinggi di Indonesia dengan total luas lahan akumulatif terbesar berdasarkan data publik hingga 2026.
1. Universitas Mulawarman (Unmul), sekitar 20.500 hektare
Posisi pertama ditempati oleh Universitas Mulawarman dengan selisih yang sangat jauh dibandingkan kampus lainnya.
Kampus utama di Gunung Kelua, Samarinda, memang luas, tetapi penyumbang terbesar berasal dari pengelolaan KHDTK Bukit Soeharto seluas sekitar 20.271 hektare.
Kawasan ini merupakan laboratorium alam yang digunakan untuk pendidikan kehutanan, konservasi biodiversitas, penelitian ekologi, hingga restorasi hutan tropis.
Selain itu, Unmul juga mengelola Hutan Pendidikan Tanah Merah sekitar 299 hektare beserta berbagai lahan pendukung lainnya di Kalimantan Timur, termasuk kawasan yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan riset di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan seluruh aset tersebut, total lahan yang dikelola Unmul mencapai lebih dari 20.500 hektare, menjadikannya perguruan tinggi dengan kawasan pendidikan terluas di Indonesia.
2. Universitas Palangka Raya (UPR), sekitar 5.350 hektare
Di posisi kedua terdapat Universitas Palangka Raya.
Kampus Tunjung Nyaho memiliki luas sekitar 300–367 hektare, sedangkan Kampus Kartini sekitar 50 hektare. Namun, kekuatan utama UPR terletak pada pengelolaan Hutan Penelitian dan Pendidikan Hampangen seluas sekitar 5.000 hektare.
Kawasan tersebut dimanfaatkan untuk penelitian gambut tropis, konservasi, kehutanan, perubahan iklim, rehabilitasi lahan, hingga pendidikan lapangan mahasiswa.
Jika seluruh aset dihitung secara akumulatif, luas lahan UPR mencapai sekitar 5.350 hektare.
3. IPB University, sekitar 1.669 hektare
IPB University dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jaringan laboratorium lapangan paling lengkap di Indonesia.
Kampus Dramaga memiliki luas sekitar 267 hektare. Namun, IPB juga mengelola berbagai kebun percobaan, stasiun penelitian, University Farm, kawasan Gunung Walat, Pulau Tinjil, Jonggol, hingga berbagai lokasi penelitian lain yang tersebar di Indonesia.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 18 lokasi pendidikan dan penelitian dengan total luas sekitar 1.668,73 hektare.
Sebagian besar kawasan tersebut merupakan ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan untuk penelitian pertanian, peternakan, kehutanan, satwa liar, serta konservasi.
4. Universitas Sumatera Utara (USU), sekitar 980 hektare
Universitas Sumatera Utara memiliki aset lahan yang cukup luas dan tersebar di beberapa lokasi.
Kampus Padang Bulan memiliki luas sekitar 116 hektare, sedangkan Kampus Kwala Bekala sekitar 300 hektare. USU juga mengelola Kebun Percobaan Tambunan-A di Kabupaten Langkat seluas sekitar 555 hektare.
Beberapa sumber juga menyebut adanya izin pengelolaan kawasan hutan maupun perkebunan yang jauh lebih luas. Namun, status hukum dan administratif sejumlah kawasan tersebut masih cukup kompleks sehingga banyak kajian menggunakan angka konservatif sekitar 980 hektare sebagai total lahan yang dapat dipastikan dikelola untuk pendidikan dan penelitian.
5. Universitas Sriwijaya (Unsri), sekitar 795 hektare
Universitas Sriwijaya selama bertahun-tahun dikenal sebagai pemilik kampus utama terluas di Indonesia.
Kampus Indralaya memiliki luas sekitar 712 hektare, sementara Kampus Bukit Besar di Palembang sekitar 32,5 hektare. Universitas ini juga memiliki Kebun Percobaan Gelumbang sekitar 50 hektare.
Jika seluruh aset dijumlahkan, luas lahannya mencapai sekitar 795 hektare.
Banyak daftar populer menempatkan Unsri di peringkat pertama karena hanya menghitung luas kampus utama, bukan seluruh aset pendidikan dan penelitian perguruan tinggi lain.
6. Universitas Andalas (Unand), sekitar 642 hektare
Universitas Andalas memiliki Kampus Limau Manis yang membentang di kawasan perbukitan dengan luas sekitar 500 hektare.
Selain kampus utama, Unand juga mengelola berbagai lokasi pendidikan di Payakumbuh, Dharmasraya, Jati, serta beberapa unit lainnya.
Data Renstra universitas menunjukkan total aset lahan mencapai sekitar 6,42 juta meter persegi atau sekitar 642 hektare.
Sebagian besar kawasan masih berupa ruang terbuka hijau yang mendukung kegiatan akademik dan penelitian.
7. Universitas Riau (Unri), sekitar 421 hektare
Universitas Riau memiliki Kampus Bina Widya sebagai pusat kegiatan akademik dengan luas sekitar 345,6 hektare.
Selain itu terdapat sejumlah aset lain di Purnama Dumai, Pattimura, Rumbai, Rimbo Panjang, dan lokasi lainnya.
Berdasarkan data resmi terbaru, total aset lahan mencapai sekitar 4,2 juta meter persegi atau sekitar 421 hektare.
Angka ini lebih mutakhir dibandingkan sejumlah daftar lama yang masih mencantumkan luas sekitar 700 hektare.
8. Universitas Indonesia (UI), sekitar 323 hektare
Universitas Indonesia dikenal sebagai salah satu kampus dengan konsep green campus terbaik di Indonesia.
Kampus Depok memiliki luas sekitar 302 hektare, dengan sebagian besar kawasan berupa hutan kota, danau, taman, dan ruang terbuka hijau.
Jika seluruh aset universitas dihitung, termasuk Kampus Salemba, Rawamangun, kawasan asrama, rumah dinas, fasilitas kesehatan, serta aset lainnya, total luas mencapai sekitar 323 hektare.
Kawasan hijau UI juga menjadi salah satu faktor yang membuat universitas ini konsisten memperoleh pengakuan dalam berbagai pemeringkatan kampus berkelanjutan dunia.
9. Institut Teknologi Kalimantan (ITK), sekitar 300 hektare
Institut Teknologi Kalimantan merupakan salah satu kampus negeri baru dengan kawasan yang sangat luas.
Kampus utama di Balikpapan memiliki luas sekitar 300 hektare dan masih menyediakan ruang cukup besar untuk pengembangan fakultas, laboratorium, kawasan inovasi, hingga pusat riset masa depan.
Luas lahan tersebut menjadikan ITK sebagai salah satu perguruan tinggi teknologi dengan kawasan kampus terbesar di Indonesia.
10. UGM, Unhas, Unima, dan Untad berada pada kisaran 220–300 hektare
Posisi terakhir dalam daftar ditempati beberapa perguruan tinggi yang memiliki luas relatif berdekatan.
Universitas Gadjah Mada memiliki kawasan kampus sekitar 300 hektare yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendidikan, rumah sakit, pusat riset, serta ruang terbuka hijau.
Universitas Hasanuddin mengelola Kampus Tamalanrea sekitar 220 hektare, ditambah sejumlah fasilitas pendidikan lain termasuk hutan pendidikan.
Universitas Negeri Manado memiliki kawasan kampus sekitar 270–281 hektare.
Sementara Universitas Tadulako juga memiliki kawasan pendidikan sekitar 220 hektare.
Karena perbedaan metode penghitungan aset dan pembaruan data masing-masing universitas, posisi di kelompok ini dapat berubah dari waktu ke waktu.
Mengapa daftar ini berbeda dengan ranking yang sering beredar?
Perbedaan utama terletak pada metode penghitungan.
Sebagian besar daftar populer hanya menghitung luas kampus utama. Dengan pendekatan tersebut, Universitas Sriwijaya hampir selalu berada di peringkat pertama karena Kampus Indralaya memang memiliki luas lebih dari 700 hektare.
Namun, apabila seluruh aset resmi universitas ikut dihitung, termasuk hutan pendidikan, KHDTK, kebun percobaan, laboratorium lapangan, experimental farm, hingga kawasan konservasi, maka Universitas Mulawarman dan Universitas Palangka Raya melesat jauh ke atas.
Pendekatan ini dinilai lebih mencerminkan kapasitas riil perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan, penelitian, konservasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
***
Indonesia memiliki sejumlah perguruan tinggi dengan aset lahan yang luar biasa luas. Tidak semuanya dipenuhi gedung perkuliahan, melainkan berupa kawasan hijau yang berfungsi sebagai laboratorium alam untuk penelitian kehutanan, pertanian, peternakan, lingkungan, konservasi, hingga perubahan iklim.
Berdasarkan agregasi berbagai sumber resmi hingga 2026, Universitas Mulawarman menempati posisi pertama dengan total lahan lebih dari 20.500 hektare, disusul Universitas Palangka Raya sekitar 5.350 hektare dan IPB University sekitar 1.669 hektare.
Daftar ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari megahnya bangunan kampus, tetapi juga dari luasnya ruang yang disediakan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.











0 Comments
Tinggalkan jejak komentar di sini