Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026


MONTERREY – Maroko kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia. Singa Atlas menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Estadio BBVA, Monterrey, Meksiko, Senin malam waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Disaksikan 51.243 penonton, laga berlangsung menegangkan sejak menit pertama. Belanda sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dulu, tetapi Maroko menunjukkan daya juang luar biasa dengan mencetak gol penyeimbang pada masa injury time sebelum memastikan kemenangan 3-2 dalam adu penalti.

Hasil ini mengantarkan Maroko melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Kanada, sementara Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dari yang diperkirakan.

Maroko Dominan Sejak Awal

Meski Belanda merupakan salah satu tim favorit sebelum pertandingan dimulai, jalannya laga justru memperlihatkan dominasi Maroko hampir di seluruh aspek permainan.

Penguasaan bola mencapai 70 persen menjadi bukti bagaimana Maroko mengendalikan tempo pertandingan. Belanda hanya mampu menguasai bola sekitar 30 persen dan lebih banyak bertahan menghadapi tekanan lawan.

Dari sisi peluang, Maroko juga tampil jauh lebih agresif. Mereka melepaskan 11 tembakan dengan lima mengarah ke gawang, sedangkan Belanda hanya menghasilkan enam tembakan dan dua yang tepat sasaran.

Data expected goals (xG) juga memperlihatkan perbedaan mencolok. Maroko mencatat xG sebesar 1,40, sementara Belanda hanya 0,23. Angka tersebut menunjukkan bahwa Maroko menciptakan peluang dengan kualitas jauh lebih baik sepanjang pertandingan.

Selain itu, Maroko membangun permainan melalui 800 umpan akurat dengan tingkat keberhasilan mencapai 91 persen. Belanda hanya membukukan 293 umpan akurat dengan akurasi 79 persen.

Belanda Mencuri Keunggulan

Walau terus ditekan, Belanda justru berhasil mencetak gol lebih dahulu.

Pada menit ke-72, Cody Gakpo memanfaatkan salah satu peluang terbaik Oranje untuk membobol gawang Yassine Bounou. Gol tersebut membuat para pemain Belanda larut dalam kegembiraan karena mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Namun keunggulan itu ternyata belum cukup.

Maroko tidak kehilangan ketenangan. Mereka terus menekan pertahanan Belanda hingga menit-menit terakhir.

Gol Dramatis di Injury Time

Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu babak kedua, Maroko akhirnya menemukan momen yang mereka cari.

Pada menit ke-90+1, Issa Diop menyambut bola dengan sundulan keras yang gagal dihentikan Bart Verbruggen. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 sekaligus membungkam pendukung Belanda.

Gol telat itu menjadi salah satu momen paling dramatis di Piala Dunia 2026 karena tercipta ketika Belanda tinggal beberapa detik lagi memastikan kemenangan.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Verbruggen Berkali-kali Menyelamatkan Belanda

Memasuki extra time, Maroko tetap menjadi tim yang lebih berbahaya.

Soufiane Rahimi memperoleh peluang emas yang nyaris mengubah keadaan. Namun Bart Verbruggen kembali menunjukkan kualitasnya melalui penyelamatan gemilang yang membuat Belanda tetap bertahan.

Secara keseluruhan, Verbruggen membukukan lima penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Penampilannya menjadi alasan utama Belanda mampu bertahan hingga adu penalti.

Di sisi lain, Yassine Bounou relatif lebih sedikit bekerja karena hanya melakukan satu penyelamatan selama pertandingan berlangsung.

Adu Penalti Penuh Ketegangan

Drama berlanjut pada babak adu penalti.

Belanda justru kehilangan ketenangan pada momen penentuan.

Justin Kluivert gagal menjalankan tugasnya. Jurrien Timber juga tidak mampu mencetak gol. Ian Maatsen Summerville turut gagal setelah tendangannya berhasil dihentikan Yassine Bounou.

Maroko sebenarnya juga sempat mengalami tekanan. Achraf Hakimi gagal setelah bola membentur tiang, sementara satu penendang lainnya juga tidak mampu mencetak gol.

Namun Ismael Saibari akhirnya menjadi penentu kemenangan setelah sukses menjalankan eksekusi terakhir.

Maroko menang 3-2 dalam adu penalti dan memastikan langkah ke babak 16 besar.

Yassine Bounou kembali tampil sebagai pahlawan. Penyelamatan pentingnya mengingatkan publik pada aksinya saat membawa Maroko menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti di Piala Dunia 2022.

Sujud Syukur Warnai Selebrasi

Sesaat setelah penalti penentu masuk ke gawang Belanda, para pemain Maroko langsung berhamburan ke lapangan.

Sejumlah pemain terlihat sujud syukur, sementara yang lain memeluk rekan-rekannya dengan penuh haru. Ribuan pendukung Maroko di tribun turut merayakan kemenangan yang menjadi salah satu momen paling emosional sepanjang turnamen.

Kemenangan itu kembali memperlihatkan kekuatan mental Singa Atlas ketika menghadapi pertandingan besar.

Belanda Pulang Lebih Cepat

Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Belanda.

Sebelum pertandingan dimulai, Oranje lebih banyak dijagokan lolos karena memiliki skuad bertabur pemain berpengalaman seperti Virgil van Dijk, Memphis Depay, dan Cody Gakpo.

Selain itu, Belanda mempunyai sejarah panjang di Piala Dunia dan sempat mengalahkan Maroko 2-1 pada pertemuan kedua tim di edisi 1994.

Namun seluruh prediksi tersebut tidak terbukti di lapangan.

Belanda kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan dan akhirnya harus menerima kenyataan tersingkir di babak 32 besar.

Maroko Lanjutkan Tren Positif

Keberhasilan ini menjadi lanjutan kebangkitan Maroko dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Piala Dunia 2018, mereka gagal lolos dari fase grup setelah hanya meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan.

Empat tahun kemudian, Maroko mencetak sejarah dengan finis di posisi keempat dunia. Mereka menjadi tim Afrika dan Arab pertama yang berhasil mencapai semifinal Piala Dunia setelah menyingkirkan Belgia, Kanada, Spanyol, dan Portugal.

Kini, pada Piala Dunia 2026, Singa Atlas kembali menunjukkan konsistensinya. Setelah lolos dari fase grup dengan catatan meyakinkan, termasuk meraih hasil positif menghadapi Brasil dan Skotlandia, mereka kembali mengalahkan lawan kuat, kali ini Belanda.

Performa tersebut memperlihatkan bahwa pencapaian di Qatar 2022 bukan kebetulan. Maroko kini menjelma menjadi tim yang matang, disiplin, dan memiliki mental kuat dalam pertandingan besar.

Dengan kemenangan dramatis ini, Singa Atlas menjaga mimpi untuk kembali menciptakan sejarah baru di panggung sepak bola dunia. Tantangan berikutnya sudah menanti, yakni menghadapi Kanada pada babak 16 besar, dalam upaya melanjutkan perjalanan impresif mereka di Piala Dunia 2026.

0 Comments

Tinggalkan jejak komentar di sini

Artikel Terbaru
Lihat semua →

Memuat artikel...

Artikel Terbaru
Lihat semua →

Memuat artikel...