Macam-macam Kendaraan Darat di Zaman Kerajaan

loading...

loading...



Pada zaman kerajaan, alat transportasi darat sudah muncul dengan beberapa penyebutan, meski konon pada masa itu kendaraan air lebih canggih, terutama adanya kapal-kapal besar yang digunakan untuk berlayar. Namun beberapa kendaraan darat juga sudah mulai dibuat.

Jika kita melihat drama kolosal kerajaan, pasti menemui segmen ketika seorang raja diangkut dengan tandu ketika dalam perjalanan menuju suatu tempat. Beberapa diderek dengan hewan peliharaan seperti kuda dan kerbau, ada juga yang menggunakan sapi.

Rakyat jelata yang sedang berdagang, atau dalam melakukan perjalanan sering hanya memikul barangnya sambil berjalan kaki, istilah tersebut disebut pinikul dagang. Lalu muncul pemikiran untuk menggunakan kuda, maka mulai dikenal istilah Atitih, yaitu barang dinaikkan kuda, dibawa sambil berjalan kaki.

Lalu mulailah diciptakan gerobak, atau pedati. Jika sebelumnya barang hanya ditali di atas pelana kuda, kini dibuat Pedati dengan dua roda dan pemiliknya bisa naik, dan pedati itu ditarik oleh kuda. Pedati juga memiliki nama lain, yaitu Gulungan dan Mapadati, yang menariknya pun tidak hanya Kuda, namun bisa Kerbau dan Sapi.

Pedati menjadi alat transportasi darat yang paling modern kala itu, dan hanya kalangan tertentu saja yang memilikinya. Jika pedagang, biasanya hanya pedagang kaya. Pedati juga menjadi alat trasportasi darat pejabat kerajaan, namun dengan nama yang berbeda.

Dalam kakawin Nagarakertagama, Pedati yang digunakan untuk mengangkut pejabat kerajaan atau raja sendiri sering disebut Syahdana, Ratha, atau Sakata. Sayangnya, kurang ada penjelasan apa beda ketiganya, meski secara umum konsepnya sama.

Pedati khusus kerajaan tidak terbuka layaknya pedati pada umumnya. Pedati itu tertutup, dan mendapat kawalan ketat. Di bagian depannya pun ada tempat khusus untuk bekal perjalanan, biasanya berisi emas dan harta. Ketika bepergian, seorang raja membawa bekal cukup besar, untuk menunjukkan status sosialnya.

Pedati ini menjadi kendaraan modern hingga masa Kerajaan Majapahit, dan sebenarnya masih eksis pada masa Kerjaan berikutnya. Namun kedatangan Belanda/VOC membawa transportasi modern dari Eropa, terutama mobil dan motor. (InsightBlitar)
loading...

Post a Comment

0 Comments