Di Era Digital, Kreatifitas Lebih Penting daripada Ijazah

loading...

loading...



Saat ini kita masuk pada era digital. Sering disebut sebagai era Revolusi Industri 4.0, yang mana teknologi informasi berkembang sangat pesat. Hidup serba kompetitif. Sehingga, menjadi kreatif adalah suatu hal yang tak bisa ditawar.

Para kreator mendapat banyak tempat. Mereka punya ruang aktualisasi lebih luas. Misalnya dalam pemanfaatan sosial media, menjelma banyak blogger, youtuber, hingga pebisnis online yang pendapatannya sangat besar.

Selain itu, hampir semua bidang pekerjaan memanfaatkan teknologi. Termasuk pada bidang pelayanan. Sehingga, sekadar memiliki ijazah, tanpa mengasah kreatifitas, menjadi kurang kompetitif.

Seringkali sekolah hingga perguruan tinggi agar mendapatkan ijazah, lalu melamar ke lembaga pemerintah, menjadi pegawai negeri sipil. Tren itu mungkin bergeser. Banyak yang memilih menjadi pekerja kreatif. Selain menjadi ruang aktualisasi, juga memberikan kebebasan tersendiri, tanpa perlu ribet dengan urusan birokrasi.

Selain juga, dari segi pendapatan lebih menjanjikan. Hanya orang kreatif yang bisa menangkap hal ini. Maka, jangan terpaku hanya pada ijazah. Jangan kuliah sekadar kuliah hanya agar dapat ijazah. Perlu mengasah kreatifitas. Karena hidup kian kompetitif.

Itulah kenapa di negara-negara maju, yang mana teknologi menjadi gaya hidup, ijazah hanya sekadar status akademik. Mereka yang survive adalah yang kreatif. Sementara yang tidak kreatif akan tergerus oleh persaingan.

Saat ini kita lihat beberapa bidang pekerjaan sudah tergantikan oleh teknologi. Seperti teller bank dan kasir. Transaksi jual beli pun sudah mulai menggunakan e-money. Banyak minimarket tutup karena kalah bersaing dengan lapak online.

Di era saat ini, dan masa depan, kreatifitas harus ditingkatkan. Ijazah nomor sekian. Karena punya ijazah tanpa kreatifitas juga tidak akan banyak berdampak. (Jul.lp)
loading...

Post a Comment

0 Comments