Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur bagian selatan. Kabupaten Blitar juga memiliki dinamika kependudukan yang menarik untuk dicermati.
Berdasarkan data resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Blitar yang diperbarui pada Februari 2026 untuk kondisi tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Blitar mencapai 1.268.369 jiwa.
Angka tersebut terdiri atas 636.927 laki-laki dan 631.442 perempuan yang tersebar di 22 kecamatan.
Data kependudukan menjadi salah satu indikator penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Jumlah penduduk memengaruhi kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga pelayanan publik lainnya.
Menariknya, persebaran penduduk di Kabupaten Blitar tidak merata. Ada kecamatan yang dihuni lebih dari 100 ribu jiwa, tetapi ada pula yang jumlah penduduknya belum mencapai 30 ribu jiwa.
Berikut daftar lengkap kecamatan di Kabupaten Blitar berdasarkan jumlah penduduk tahun 2025, mulai dari yang paling sedikit hingga terbanyak.
1. Bakung, Kecamatan dengan Penduduk Paling Sedikit
Jumlah penduduk Bakung tercatat sebanyak 28.961 jiwa.
Kecamatan yang berada di kawasan selatan Kabupaten Blitar ini menjadi wilayah dengan jumlah penduduk paling rendah. Kondisi geografis yang berbukit dan berbatasan dengan kawasan pesisir selatan turut memengaruhi kepadatan penduduk di wilayah ini.
2. Wates
Jumlah penduduk mencapai 31.576 jiwa.
Wates menjadi kecamatan kedua dengan jumlah penduduk paling sedikit. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian yang cukup penting di bagian barat Kabupaten Blitar.
3. Selorejo
Jumlah penduduk tercatat 40.084 jiwa.
Selorejo terkenal dengan keberadaan Waduk Selorejo yang menjadi salah satu ikon wisata dan sumber irigasi penting bagi kawasan sekitar.
4. Wonotirto
Jumlah penduduk sebanyak 40.569 jiwa.
Kecamatan ini berada di bagian selatan Kabupaten Blitar dan memiliki karakter wilayah yang didominasi perbukitan serta kawasan pertanian.
5. Doko
Jumlah penduduk mencapai 42.417 jiwa.
Doko berada di lereng Gunung Kelud dan dikenal memiliki sejumlah situs sejarah serta kawasan perkebunan yang cukup luas.
6. Panggungrejo
Jumlah penduduk sebanyak 44.609 jiwa.
Wilayah ini menjadi salah satu pintu menuju kawasan pantai selatan Kabupaten Blitar yang terkenal dengan keindahan alamnya.
7. Udanawu
Jumlah penduduk mencapai 45.262 jiwa.
Meskipun tidak termasuk kecamatan besar, Udanawu memiliki aktivitas ekonomi dan pendidikan yang cukup berkembang.
8. Selopuro
Jumlah penduduk sebanyak 45.802 jiwa.
Selopuro merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.
9. Binangun
Jumlah penduduk mencapai 47.688 jiwa.
Binangun menjadi salah satu wilayah selatan yang terus berkembang, terutama pada sektor pertanian dan perdagangan lokal.
10. Wonodadi
Jumlah penduduk sebanyak 51.379 jiwa.
Jumlah penduduk Wonodadi telah menembus angka 50 ribu jiwa dan menjadikannya salah satu kecamatan menengah di Kabupaten Blitar.
11. Sutojayan
Jumlah penduduk mencapai 52.787 jiwa.
Kecamatan ini dikenal sebagai lokasi Kota Lodoyo, salah satu pusat aktivitas ekonomi penting di Kabupaten Blitar bagian selatan.
12. Kesamben
Jumlah penduduk sebanyak 54.925 jiwa.
Kesamben merupakan salah satu kecamatan strategis karena dilalui jalur transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Blitar.
13. Wlingi
Jumlah penduduk mencapai 55.494 jiwa.
Wlingi dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa yang berkembang sejak lama. Kedekatannya dengan kawasan Bendungan Wlingi juga memberikan peran penting dalam perekonomian daerah.
14. Sanankulon
Jumlah penduduk sebanyak 57.810 jiwa.
Letaknya yang dekat dengan Kota Blitar membuat Sanankulon mengalami pertumbuhan permukiman yang cukup pesat.
15. Talun
Jumlah penduduk mencapai 67.171 jiwa.
Talun termasuk wilayah padat penduduk yang memiliki peran penting sebagai kawasan pendidikan, perdagangan, dan permukiman.
16. Garum
Jumlah penduduk sebanyak 69.768 jiwa.
Garum merupakan salah satu kecamatan yang berada di jalur utama menuju kawasan wisata Candi Penataran dan Gunung Kelud.
17. Srengat
Jumlah penduduk mencapai 70.462 jiwa.
Srengat menjadi salah satu sentra ekonomi di bagian barat Kabupaten Blitar. Jumlah penduduknya telah melampaui 70 ribu jiwa.
18. Kademangan
Jumlah penduduk sebanyak 72.476 jiwa.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Blitar, Kademangan mengalami perkembangan permukiman dan aktivitas ekonomi yang cukup pesat.
19. Gandusari
Jumlah penduduk mencapai 76.591 jiwa.
Gandusari merupakan salah satu kecamatan terbesar di kawasan lereng Gunung Kelud. Wilayah ini dikenal memiliki banyak situs sejarah dan destinasi wisata alam.
20. Nglegok
Jumlah penduduk sebanyak 76.736 jiwa.
Nglegok menjadi salah satu pusat wisata sejarah Kabupaten Blitar karena di wilayah inilah berdiri Kompleks Candi Penataran, candi terbesar di Jawa Timur.
21. Kanigoro
Jumlah penduduk mencapai 81.916 jiwa.
Sebagai ibu kota Kabupaten Blitar, Kanigoro memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Berbagai kantor pemerintahan dan fasilitas publik terpusat di wilayah ini.
22. Ponggok, Kecamatan Terpadat di Kabupaten Blitar
Jumlah penduduk mencapai 114.006 jiwa.
Ponggok menjadi satu-satunya kecamatan di Kabupaten Blitar yang memiliki penduduk lebih dari 100 ribu jiwa. Jumlah tersebut jauh melampaui kecamatan lainnya dan menjadikannya wilayah paling padat secara jumlah penduduk.
Posisi strategis, aktivitas ekonomi yang berkembang, serta banyaknya kawasan permukiman menjadi faktor utama tingginya jumlah penduduk di Ponggok.
Fakta Menarik Kependudukan Kabupaten Blitar 2025
Beberapa fakta menarik dapat dilihat dari data kependudukan terbaru Kabupaten Blitar.
- Total penduduk mencapai 1.268.369 jiwa.
- Selisih jumlah laki-laki dan perempuan relatif kecil, hanya sekitar 5.485 jiwa.
- Ponggok memiliki penduduk hampir empat kali lipat dibandingkan Bakung.
- Kanigoro sebagai pusat pemerintahan berada di posisi kedua terbesar setelah Ponggok.
- Sebanyak delapan kecamatan memiliki jumlah penduduk di atas 70 ribu jiwa.
- Wilayah selatan Kabupaten Blitar cenderung memiliki jumlah penduduk lebih sedikit dibanding wilayah tengah dan utara.
Mengapa Data Kependudukan Penting?
Data kependudukan bukan sekadar angka statistik. Informasi ini menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan sekolah, rumah sakit, jalan, jaringan air bersih, hingga program bantuan sosial.
Semakin akurat data penduduk, semakin tepat pula perencanaan pembangunan yang dapat dilakukan. Karena itu, data registrasi kependudukan dari Dukcapil menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun berbagai kebijakan.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,26 juta jiwa dan persebaran yang beragam di 22 kecamatan, Kabupaten Blitar terus menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan pelayanan publik yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

0 Comments
Tinggalkan jejak komentar di sini