Menulis Diary di Blog, Apa Batasannya?





Blog menjadi ruang publikasi yang efektif, termasuk untuk menuliskan Diary atau buku harian.

Namun, sebagian kita mungkin menganggap diary adalah tulisan super privat yang tidak boleh orang lain membacanya.

Mereka yang punya kebiasaan menulis diary, biasa menuangkannya dalam buku yang bisa digembok. Di era sekarang, menggunakan aplikasi note yang diberi kata sandi.

Memang, diary adalah catatan yang privat. Isinya ya seputar kehidupan si penulisnya, karenanya disebut diary.

Ketika diary dipublikasikan lewat blog, banyak yang khawatir mengumbar sisi privatnya.

Beberapa teman yang memiliki diary pernah kutanya, kenapa tidak boleh dibaca orang lain? Ada satu jawaban menarik : diary adalah tempat mengungkapkan kejujuran.

Saat remaja, salah satu yang ditulis dalam diary adalah ketika menyukai seseorang. Ia tuliskan rasa tertariknya itu dengan sangat fulgar dan jujur, yang tidak mungkin ia ceritakan ke orang lain, termasuk sahabat apalagi orang yang ia kagumi.

Oke, itu adalah sisi privat yang menurutnya hanya dia dan Tuhan yang boleh tahu. Mungkin juga dalam diary ada ungkapan soal permasalahan keluarga, problem diri sendiri, yang juga tidak boleh orang lain tahu.

Lha terus kenapa ditulis? Meski tak boleh orang lain tahu, tetap ia butuh pengungkapan, salah satu yang paling aman adalah menulis diary.

Memilah topik pribadi

Namun ada bagian hidup yang tetap bisa dibagikan lewat diary. Di antaranya, pengalaman pribadi yang mungkin saja penting sebagai cermin bagi orang lain.

Ada banyak yang bisa diceritakan, mulai dari pengalaman daftar sekolah/kuliah, tes CPNS, kunjungan ke suatu tempat, perjuangan melawan sakit, hingga cerita-cerita keseharian seputar pekerjaan, hobi, aktivitas sosial dan sebagainya.

Suatu kegiatan yang orang lain juga melakukan dan itu bisa menjadi semacam refleksi. Bisa jadi pembaca bisa memetik inspirasi, dan jika yang ditulis berisi hal-hal pahit, bisa juga jadi pembelajaran pembaca agar tak melakukan kesalahan yang sama.

Jangan sungkan menuliskan pengalaman pribadi, karena pengalaman pribadi itu bagian privat yang sah diceritakan dan diketahui orang lain, selama punya nilai untuk orang lain.

Ambil batasan topik mana yang sekiranya layak atau tidak dibagikan. Dalam hal ini mungkin kita perlu teman untuk berdiskusi, apakah topik ini layak ditulis dan dipublikasikan untuk umum?

Isi dan kemasan

Kemasan juga sangat penting. Dalam karya tulis, kemasan itu soal diksi dan tata bahasa.

Hal sederhana, misalnya pengalaman kursus mengemudi mobil bisa jadi sangat menarik dan dramatik karena dikemas dengan gaya bahasa yang tepat.

Oleh karena itu berlatih dan terus berlatih menulis agar terbiasa meracik diksi, enak dibaca dan menarik diikuti.

Karena isi yang bagus tanpa kemasan yang menarik juga akan membosankan, bukan?

Selamat menulis diary.

Ahmad Fahrizal Aziz
Pendiri DapurEsai


loading...

Post a Comment

0 Comments