Panduan Transportasi Menuju Desa Wisata Serang, Kabupaten Blitar




Kabupaten Blitar- Masuknya Desa Serang ke dalam 50 Desa Wisata terbaik di Indonesia 2021 membuat banyak orang, terutama dari luar kota, ingin berkunjung ke sana.

Desa Serang adalah salah satu desa di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar yang terletak paling selatan. Jarak dari Pusat Kota Blitar sekitar 40 KM dan jarak dari Pusat Kabupaten Blitar sekitar 30 KM.

Bagi orang Blitar sendiri pasti sudah memahami moda transportasi menuju Desa Serang, lalu bagaimana mereka yang dari luar kota bahkan luar pulau?

Titik pemberhentian

Blitar memiliki titik pemberhentian berupa terminal dan stasiun. Terminal Patria salah satu titik pemberhentian Bus dari berbagai kota.

Selain itu, Blitar juga dilalui jalur kereta api. Ada 3 stasiun terdekat jika hendak menuju desa wisata Serang.

Dari arah timur Stasiun Kesamben, titik tengah Stasiun Garum dan Stasiun Blitar.

Transportasi Umum

Sayangnya, transportasi umum menuju Desa Wisata Serang hanyalah Angkutan Desa yang sekarang jumlahnya sudah jauh berkurang. Angkutan Desa lebih sebagai angkutan barang dan bukan angkutan wisata.

Karena itu, jika anda termasuk wisatawan luar daerah Blitar, tak ada alternatif paling pas selain menyewa travel lokal. Ada banyak jasa sewa mobil harian di Blitar.

Ojek Online sendiri sudah beroperasi di Blitar, namun jarak dari terminal dan stasiun menuju Desa Wisata Serang sekitar 40-43 KM, tentu perlu bujet lebih jika hendak memanfaatkan armada aplikasi online.

Bawa kendaraan sendiri

Rata-rata pengunjung membawa kendaraan sendiri, baik kendaraan pribadi keluarga, atau rombongan dengan minibus.

Karena Desa Serang adalah Desa paling selatan di Kabupaten Blitar, maka medan tempuhnya juga tidak gampang. Jalan berkelok dan naik turun akan banyak ditemui, oleh karena itu harap berhati-hati.

Paket Traveling

Mereka yang membawa kendaraan sendiri biasanya akan melakukan perjalanan ke beberapa titik sekaligus yang satu arah dengan Desa Wisata Serang.

Titik pertama adalah Makam Bung Karno yang disana ada Musem dan Perpustakaan megah.

Titik kedua adalah Blitar Park, atau sebaliknya. Blitar Park menjadi titik pertama baru menuju Makam Bung Karno bagi wisatawan dari timur.

Setelah itu menuju ke selatan, mampir ke Kampung Coklat sebagai titik ketiga.

Menjelang sore baru menuju Desa Wisata Serang sekaligus menikmati Sunset yang memukau terutama di bulan Oktober hingga Februari.

Jarak dari Kampung Coklat ke Desa Serang sekitar 30 KM dan bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan, jika naik sepeda motor bisa sekitar 1 jam saja via Lodoyo.

Menikmati senja dan malam

Karena masuk dalam 50 Desa Wisata terbaik, fasilitas homestay sudah disediakan, yang berbasis perumahan warga sekitar. Harganya tentu sangat terjangkau, sekaligus bisa beramah tamah dengan masyarakat sekitar.

Ada juga fasilitas camping jika ingin menginap di alam terbuka, menikmati malam di Desa Serang.

Pantai Serang hanya satu dari 4 gugusan pantai lain, jadi jika berkunjung ke Pantai Serang bisa juga sekaligus menikmati indahnya Pantai sekitar seperti Pantai Serit dan Maesan yang tak kalah bagus.

Di samping wisata pantai, ada juga goa bersejarah yaitu Goa Kedungrombang dan Grontol. Desa Serang termasuk Desa konservasi penyu dan budaya yang menarik untuk dikunjungi.

Bahkan Sandiaga Uno saat visitasi desa terbaik pun merasakan betapa nyamannya berada di desa Serang. Karena itu tidak cukup hanya sehari berada di desa Serang.

Kuliner sehat

Karena wilayah pantai, salah satu kuliner khas pantai adalah Ikan Laut yang kaya akan protein. Mulai dari Ikan Kakap, Tuna, Pari, Jalengkong hingga Cumi dan Gurita.

Makanan khas lokal Serang juga ada, Tiwul Instan. Belum lagi jika minumnya air kelapa muda yang menyegarkan.

Maka sangat komplit berkunjung ke Serang, selain refreshing pikiran karena berwisata di Alam, juga menikmati kulinernya yang menyehatkan. [Red.B]

loading...

Post a Comment

0 Comments