7 Camilan Tradisional Pendamping Ngopi Khas Blitar, Apa Saja Ya?





BLITAR - Ngopi pagi dan sore hari sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di Blitar.

Apalagi, dahulu sebagian besar pekerjaan warga Blitar adalah bertani, beternak hingga mande (membuat pisau, celurit, cangkul dsj).

Di Blitar ada daerah yang disebut Pandean yang merupakan sentra pengrajin besi, termasuk dahulu yang membuat keris dan senjata kerajaan.

Pekerjaan lain adalah membuat gerabah, sebuah kerajinan dari tanah liat mulai dari vas bunga, pot, penanak nasi hingga mangkok.

Minum kopi menjadi pelengkap aktivitas tersebut, sebab minum kopi bisa menambah energi dan membuat seseorang lebih fokus.

Namun kopi dahulu berbeda dengan sekarang yang sudah muncul banyak kopi sachet.

Orang dahulu membeli biji kopi yang masih hijau, disangrai sendiri lalu ditumbuk, sebagian digiling dengan mesin (diselep).

Daerah Blitar seperti Nglegok dan Gandusari adalah penghasil kopi excelsa, daerah lain pun juga banyak ditanami kopi yang orang Blitar sendiri menyebutnya Kopi Nangka karena pohonnya sebesar Pohon Nangka.

Rata-rata minum kopinya pun lebih kental dan tanpa gula terutama di pagi hari.

Kalau sore hari, lebih banyak yang ngeteh atau minum teh manis, kalaupun minum kopi biasanya campuran sedikit gula.

Ketika ngopi dan ngeteh tersebut, biasanya dilengkapi dengan camilan.

Camilan yang biasa disuguhkan adalah hasil bumi daerah sekitar yang generasi milenial atau generasi z mungkin banyak yang belum tahu.

Berikut kami sajikan informasinya:

1. Suweg


Suweg adalah jenis umbi-umbian, makanan ini banyak tumbuh di area Gandusari, Kesamben dan Selorejo.

Meskipun tanaman menghasilkan bunga bangkai, namun rasa umbinya enak, gurih bercampur manis yang sangat khas.

Cara memasaknya pun cukup dikupas kulitnya, dibersihkan lalu dikukus sampai empuk. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa yang diparut.

Selain empuk, Suweg juga mengenyangkan. Bahkan dahulu Suweg menjadi makanan pokok ketika orang-orang masih sulit mendapatkan nasi.

Sekarang sepertinya terbalik ya.

2. Uwi Putih


Orang Blitar biasa menyebutnya Uwi, masih satu jenis dengan Suweg, bedanya dari tekstur, warna dan rasa.

Uwi lebih kasar, warnanya juga lebih putih, begitupun rasanya lebih netral.

Namun justru sangat cocok menjadi pelengkap ngopi terutama yang lebih suka kopi manis, biar tidak double manis, kan?

Dibanding Suweg, Uwi lebih mudah didapatkan, beberapa penjual buah juga banyak yang menjual Uwi dan makanan jenis talas.

3. Pisang Rebus


Pisang Rebus termasuk camilan istimewa pada zamannya, apalagi pisang termasuk pohon yang mudah tumbuh.

Namun menjadi berbeda ketika direbus, rasanya lebih empuk, lebih manis dan lebih nyaman di perut.

Tidak semua jenis pisang juga enak direbus, biasanya Pisang Kepok dan Pisang Tanduk.

Ngopi sambil nyemil pisang rebus adalah momentum menyenangkan bagi orang terdahulu.

4. Singkong


Singkong atau Ketela kukus mungkin bisa dibilang camilan sekaligus makanan utama pada eranya.

Ketela kukus sangat populer karena mudah tumbuh, bahkan hanya ditancapkan batangnya saja.

Ketela juga bisa diolah menjadi tepung dan makanan tiwul. Daunnya pun juga bisa dijadikan sayur, terutama jenis Ketela Manggu.

Selain dikukus, Ketela juga mulai digoreng bahkan saat ini menjadi salah satu camilan favorit.

Sebelum digoreng biasanya dikukus dahulu, lalu digoreng agar lebih empuk dan kriuk.

Sekarang Singkog kukus atau goreng sudah menjadi salah satu camilan populer di Indonesia.

5. Grontol Jagung


Jagung direbus, lalu dipilin dan disajikan dengan campuran kelapa parut, kadang ditambah sedikit garam. Itulah Grontol Jagung.

Makanan ini sangat terkenal dan enak, membuatnya pun tak terlalu sulit. Apalagi tanaman Jagung saat itu masih banyak dijumpai, kalau membeli pun harganya masih terjangkau.

Sampai sekarang Grontol Jagung masih dijual, terutama di pedagang sayur keliling.

Makanan sederhana dengan cita rasa yang luar biasa, sekaligus mengeyangkan lho.

6. Kacang rebus


Dahulu banyak sekali penjual kacang rebus keliling dengan gerobak sepeda. Beberapa mangkal di dekat pasar.

Kacang rebus adalah makanan sehat dan menjadi camilan favorit, tidak hanya saat ngopi namun dalam berbagai kegiatan.

Hingga saat ini Kacang Rebus masih eksis, meskipun sudah tak seperti dahulu karena banyaknya pilihan camilan.

7. Jenang

loading...
Bisa dibilang Jenang adalah makanan olahan pertama yang paling digemari oleh warga Blitar, bahkan menjadi makanan khas dan oleh-oleh Blitar.

Eksistensi Jenang (Jenang Ketan) juga didukung oleh tradisi mantenan yang mana Jenang jadi suguhan wajib.

Maka tak heran jika dalam hajatan manten selalu ada Jenang dan Wajik, untuk Jenang sepertinya lebih sakral.

Namun Jenang memang sudah menjadi camilan tradisional warga Blitar, bahkan ada sentra pengolahan Jenang di Desa Rejowinangun.

Orang Blitar sendiri malah lebih sering menyebutnya Njinangun karena banyaknya produsen Jenang di tempat tersebut.

Jenang jadi favorit karena rasanya manis dan bikin kenyang, serasi dengan orang dahulu yang ngopinya tanpa gula.


Red.kp
loading...

Post a Comment

0 Comments