Membuat Esai untuk Daftar Beasiswa dan Pekerjaan






Banyak yang bertanya, bagaimana membuat esai untuk memenuhi syarat pengajuan beasiswa dan pekerjaan?

Biasanya, membuat esai menjadi syarat kelengkapan berkas pengajuan beasiswa atau pekerjaan untuk jabatan atau posisi tertentu. Lalu, esai seperti apa yang harus dibuat? Mari kita bahas.

loading...
Dalam suatu pendaftaran, biasanya ada beberapa tahapan seleksi. Mulai dari pemberkasan administrasi, tes psikologi hingga wawancara. Di antara kelengkapan berkas, salah satunya adalah membuat esai.

Pertanyaannya, kenapa syarat itu harus diberikan padahal ada tes wawancara?

Esai sebagai cerminan pendaftar


Esai adalah bentuk tulisan yang memberikan ruang subyektif, menghargai personalitas penulisnya. Esai ibarat cermin bagi penulisnya, cermin yang kongkrit dan jelas.

Dalam memenuhi syarat melamar beasiswa atau pekerjaan, esai lebih ditekankan pada apa, siapa dan kenapa.

Apa ini? Siapa kamu? Kenapa mendaftar? Tiga poin inilah yang perlu diperhatikan, khususnya poin kenapa mendaftar? Poin "kenapa" inilah yang harus diolah, dibuat menyakinkan.

Sebab begini. Poin "siapa" itu sudah terjawab pada berkas, terutama ijazah dan sertifikat penunjang yang kamu lampirkan.

Esai yang kamu buat nanti lebih difokuskan pada "kenapa". Masalahnya, karena keterampilan menulis yang kurang baik, kadang-kadang esai tersebut justru tidak mampu menjustifikasi kelengkapan berkas yang kamu lampirkan.

loading...
Misalnya, kamu melampirkan ijazah pendidikan pada bidang A, sertifikat pelatihan atau prestasi yang menunjang profil kamu, namun pada esai yang kamu tulis, justru tidak banyak mencerminkan itu semua. Menjadi bias. Sehingga, orang jadi ragu, punya kompetensi sungguhan atau hanya nembak berkas?

Dalam esai kamu harus menyakinkan poin "kenapa". Agar tim seleksi yakin bahwa kamu punya kompetensi, atau setidaknya kamu punya visi kedepan andai nanti bekerja di lembaga itu atau mendapatkan beasiswa itu.

Untuk memperkuat poin "kenapa" itu, kamu perlu memperkuat argumentasi. Kamu harus menunjukkan seberapa luas wawasanmu, seberapa besar harapan dan seberapa relevan ide-idemu.

Esai itu akan memberikan gambaran pada tim seleksi bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini atau orang yang tepat untuk mendapatkan beasiswa ini.

Maka kamu perlu perkaya esaimu dengan :


1. Pengetahuan terkait bidang pekerjaan, atau beasiswa yang kamu lamar termasuk dengan bidang pendidikan yang ingin kamu ambil.

2. Harus disertai dengan visi kedepan. Tim seleksi akan sangat terpukau jika kamu punya visi kedepan, khususnya untuk bidang pekerjaan tersebut. Mereka yakin jika kamu bisa bekerja dengan baik sekaligus mengembangkannya.

3. Jika untuk melamar beasiswa, kamu bisa sampaikan mimpi-mimpimu. Keinginanmu untuk mendapatkan beasiswa tersebut agar bisa memperdalam ilmu di bidang tersebut. Sampaikan visi atau mimpimu jika nanti berprofesi di bidang itu serta peran apa yang bisa kamu jalankan terutama untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Setidaknya itulah yang harus kamu tekankan pada esai tersebut. Terkait struktur, esai sangat bebas. Kecuali jika tim seleksi memberikan contoh formatnya. Namun substansinya hampir sama.

Ketika esaimu menarik, biasanya kamu lah yang akan dipanggil tes wawancara, tahapan terakhir untuk "mempertanggungjawabkan" berkas dan esaimu tadi.

Dalam tes wawancara banyak yang jatuh karena persoalan mental. Berkasnya oke, esainya menawan, namun mentalnya down.

Namun, rata-rata mereka yang mentalnya down karena ada "ketidakjujuran" pada tahap seleksi sebelumnya. Seperti nembak ijazah, sertifikat penunjang atau tidak membuat esainya sendiri.

Jadi wajar, saat diwawancara dia kesulitan menjawab serta menjelaskan karena memang tidak membuat esai sendiri.

Maka keterampilan menulis esai itu penting sebab itu basic. Dari esai itulah tercermin diri kita. 

Di negara-negara maju, para pelajar ditugaskan menuliskan esai saat evaluasi akhir pembelajaran. Bukan soal pilihan ganda.

Kenapa menulis esai itu penting? Karena ketika proses menulis esai, orang akan merenungi dirinya, membuka-buka referensi, mencari tambahan wawasan, belajar berpikir sistematis dan belajar mengungkapkannya lewat kalimat demi kalimat.


Itulah kenapa membuat esai belakangan ini menjadi syarat untuk melamar beasiswa atau pekerjaan.

Semoga bermanfaat.
loading...

Post a Comment

0 Comments