Lingkungan yang Memahami Kita




Jumat, 10 Januari 2020

Menemukan lingkungan, kelompok, atau orang yang memahami kita itu memang sulit. Kalau yang menerima, banyak. Namun memahami, spektrumnya lebih luas.

Menerima, ibarat memberi ruang kita untuk menetap di situ. Memahami : mengerti bagaimana kita bisa tumbuh, berkembang, dan berkontribusi.

Kadang kita tidak paham dengan diri kita sendiri, potensi apa yang bisa kita asah dan kembangkan.

Baru setelah aktif dan hanyut dalam lingkungan, kelompok atau komunitas tertentu, ternyata kita sadar bahwa kita memiliki potensi A, B, C, dan sebagainya.

Seorang murid yang pandai menggambar, membuat ilustrasi dan sketsa, kadang dianggap biasa saja bahkan tak menarik di kelas, ketika kecerdasan diukur dari nilai matematika.

Namun di lingkungan para seniman, pekerja media, keahliannya bisa jadi sangat dibutuhkan. Ia bisa berkontribusi banyak di sana.

Mereka yang nilai pelajarannya standar, namun punya banyak teman dan mudah akrab dengan orang yang baru dikenal, mungkin dianggap biasa. Namun di perusahaan, terutama dalam publik relasi, kemampuan itu bisa dikembangkan.

Itulah pentingnya menemukan lingkungan, kelompok, atau komunitas, yang membuka ruang untuk kita berkembang, beraktualisasi, dan berekspresi.

Maka ada ungkapan begini : right man in the wrong place. Orang tepat di tempat yang salah.

Dia memiliki potensi, kemampuan, keahlian yang sangat bagus, namun terkunci pada lingkungan atau komunitas yang tidak memungkinkan dirinya untuk berkembang.

Tragisnya, seringkali potensi itu mati dan tak beringsut di lembaga yang harusnya mendidik dan mengembangkan potensinya.

Sebab lingkungan juga dipengaruhi perspektif umum. Lingkungan akan berubah jika ada yang mau mendobraknya.

Selain itu, pimpinan, orang tua, dan guru juga perlu memahami potensi anggota, anak, dan muridnya. Pada ruang mana mereka bisa totalitas dan produktif.

Kita juga perlu menganalisis diri sendiri, apa potensi yang kita miliki dan bagaimana bisa mengembangkannya.

Lingkungan dan komunitas menjadi penting, karena di sana iklimnya lebih positif dan apresiatif, untuk kita berkembang dan terus berkembang. 

Atau, jika memang mampu, kita bisa menciptakan iklim itu sendiri. []

Kedai Muara
Ahmad Fahrizal Aziz
www.muara-baca.or.id
loading...

Post a Comment

0 Comments