Jadilah Apa Adanya. Pura-pura itu Melelahkan






Tak sedikit orang yang bersikap berlebihan, menujukkan sesuatu yang sebenarnya sangat bertentangan dengan realitas hidupnya atau perasaannya. Hal itu sekilas membuatnya puas, namun sebenarnya sangat melelahkan.

Mungkin kita pernah mendengar istilah social climber, yaitu menampakkan suatu kelebihan yang sebenarnya diluar dari kemampuannya. Tampil mapan dan kaya, padahal tidak sesuai dengan realitasnya.

loading...
Tak jarang yang rela berhutang, hanya untuk membeli barang-barang mewah dan keluaran terbaru, meski dengan resiko yang akan menghantuinya.

Di sosial media juga demikian, orang menderivasi dirinya sedemikian rupa, sehingga nampak berbeda dari aslinya. Baik profil dirinya, status hidupnya, sampai foto-foto yang ia bagikan.

Mereka tidak menjalani hidup apa adanya. Mereka menunjukkan suatu citra dan pengakuan diri yang sangat jauh dari hidupnya, tidak alami dan tidak apa adanya.

###

Beda lagi dengan suasana hati, tak jarang orang memendam sesuatu, hanya agar semua baik-baik saja. Padahal nyatanya tidak demikian.

Baiknya diutarakan, atau diungkapkan. Jangan berpura-pura. Jika sedih ungkapkan saja, jika ingin menangis, menangis saja. Jika tidak suka atau sependapat, sampaikan saja, tidak perlu dipendam.

Buat apa terlihat senang dan bahagia, jika hanya pura-pura. Hanya ingin orang lain menganggap baik-baik saja.

Karena segala yang dipendam itu tidak baik. Selama mungkin diungkapkan, ungkapkan saja. Meski barangkali akan membuat beberapa pihak tidak nyaman. Namun itu lebih baik. Clearly. (B21/Fah)
loading...

Post a Comment

0 Comments