Dewasa Bukan Soal Umur, Dewasa adalah Soal Bersikap





Umur tidak pernah menjamin kedewasaan. Kedewasaan dilihat dari cara dia bersikap. Umur hanya menandakan jumlah waktu ia hidup. Sementara kedewasaan diasah melalui pengalaman dan kerasnya hidup.

Tak sedikit mereka yang umurnya lebih muda, namun sikap dan cara pikirnya lebih dewasa. Karena mereka sudah melalui manis asam kehidupan, dibanding mereka yang usianya lebih tua namun hidupnya nyaman dan tak terlalu ada masalah.

loading...
Mereka yang sejak kecil diberikan tanggung jawab, serta harus menyelesaikan banyak masalah, berpotensi punya sikap dan cara pandang yang lebih dewasa. Pengalaman hiduplah yang membuat mereka dewasa.

Selain itu, kedewasaan juga bisa dilatih sejak dini, bergantung pola asuh orang tua. Seperti tidak terlalu dimanja, diberikan keleluasaan untuk menentukan pilihan hidup, hingga kesempatan berinteraksi dan bergaul dengan banyak orang.

Selain itu, jangan batasi dengan siapa anak bergaul, jangan tanamkan pada mereka tentang pengaruh buruk teman, namun kuatkan diri mereka bahwa mereka bisa mempengaruhi temannya menjadi lebih baik.

Selain itu, ikut berorganisasi juga mempercepat kedewasaan. Mereka belajar menahan ego pribadi, belajar bekerjasama, dan kadang harus tampil sebagai pemimpin. Semua itu sangat positif dalam membangun kedewasaan.

Mereka yang hidup jauh dari keluarga, misalnya merantau, juga punya tingkat kedewasaan lebih baik. Dengan hidup jauh dari keluarga, mereka akan belajar bertahan hidup, mengatasi masalahnya sendiri tanpa dipermudah oleh bantuan orang tua.

Karena itu, dewasa bukan soal umur. Namun soal bersikap. Sikap sangat dipengaruhi pola pikir. Pola pikir dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan wawasan yang mereka gali, baik di bangku sekolah, membaca buku, atau berbincang dengan orang lain. (Jul.lp)
loading...

Post a Comment

0 Comments