Berusaha Memahami Orang Lain, Tanda Kamu Bijaksana





Tidak mudah berusaha memahami orang lain, karena sifat ego yang dimiliki, seringkali orang minta dipahami. Mudah marah dan tersinggung, seolah orang harus mengerti apa yang ia inginkan, dan mengikuti kehendaknya.

Orang yang masih mengandalkan ego, adalah tipe yang kurang bijaksana. Seperti anak kecil yang ngotot dan nangis guling-guling agar keinginannya dipenuhi orang tua.

Sifat ego pada orang dewasa salah satu bentuknya adalah mudah marah dan tersinggung. Mereka ngenyel dan tak mau ngalah, orang lain harus mau mengerti dirinya.

Sementara orang bijaksana, selalu berusaha memahami orang lain. Meskipun ia merasa dirugikan dan diperlakukan kurang nyaman, ia tahan perasaan itu. Termasuk ketika ia ingin marah, ia tahan marahnya.

Orang bijak akan berusaha memahami orang lain, apa yang terjadi pada orang itu, kenapa bisa begitu, apa ada masalah keluarga, apa saja beban hidupnya, bagaimana lingkungannya dan lain sebagainya.

Alih-alih melampiaskan emosinya, orang bijak justru berpikir bagaimana orang lain. Sangat berhati-hati agar tidak menyinggung, tidak membalas amarah yang dilampiaskan padanya, sangat sabar, pengertian dan tidak pendendam.

Dalam kehidupan, mungkin kita menemui beberapa tipe orang seperti ini. Mereka bisa menjadi juru damai, dan tidak pernah membesarkan masalah. Berbeda dengan mereka yang masih mengedepankan ego dan emosi, sehingga sering membesar-besarkan masalah kecil.

Orang bijak cenderung mementingkan perasaan orang lain, dan kepentingan orang banyak, ketimbang ngotot untuk menonjolkan dirinya sendiri. Orang bijak tidak merasa jagoan, meski dia punya kesempataan untuk itu. (C03/San)
loading...

Post a Comment

0 Comments