Jama'ah Masjid dan Jihad Ekonomi





Hari Ahad kemarin,  tepatnya tanggal 28 Juli 2019 adalah hari yang cukup bersejarah, setidaknya bagi gerak langkah PDM Kab. Blitar. 

Berdasarkan flyer yang diedarkan lewat sosmed/WAG, kajian yang diselenggarakan di Masjid Nurul Iman Kanigoro oleh panitia kajian dan PDM Kab Blitar itu mengambil judul "Pentingnya Jamaah Masjid dalam Jihad Ekonomi". 

Sebagai kegiatan awal, kajian itu cukup mendapat respon positif. Tercatat ada sekitar 200-an jamaah yang hadir dari berbagai penjuru Blitar. Saya sendiri alhamdulillah berkesempatan menemani pak Rumpoko, ketua Majelis Ekonomi. Menyimak, berdiskusi sampai jamaah habis bahkan pembicaraan berlanjut sampai sarapan bersama di warung. 

Meskipun secara konsep materi yang dibawakan oleh Ustadz Zakariya SB, SH, MHI ini masih debatable, namun satu hal yang menurut saya menjadi catatan penting adalah bangkitnya kembali semangat PDM Blitar untuk berkonsolidasi. 

PDM Blitar memerlukan ikon bersama yang dekat dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Blitar, dan Masjid Nurul Iman adalah tempat yang tepat untuk mewujudkan ikon itu, karena letaknya yang sangat strategis. 

Jika PDM Kota Blitar mempunyai Masjid Taqwa sebagai barometer Muhammadiyah Kota Blitar, maka bukan mustahil jika Nurul Iman kelak akan menjadi sama atau bahkan lebih besar lagi, karena  wilayah dakwah PDM Kab Blitar yang lebih luas, tentunya memiliki kebutuhan yang lebih besar pula. 

Namun semuanya terpulang kepada kemauan dan upaya dari para pimpinan sendiri. Seberapa jauh ide mulia itu dapat diwujudkan step by step ataukah sekedar rog rog asem. Wallahu a’lam bi showab. 

Kita sebagai aktivis Muhammadiyah lah yang bertanggungjawab untuk menjawabnya. Wassalam. 

Basori Adi, 
Ketua MPI PDM Kabupaten Blitar


loading...
loading...

Post a Comment

0 Comments