Berburu Tengkleng dan Sate Maranggi di Blitar




InsightBlitar.ID- Makanan dari daging kambing dan sapi sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, mulai dari Soto, Sate, Gulai, Rawon, hingga dua jenis makanan khas Jawa Barat dan Jawa Tengah yang tak kalah populer: Sate Maranggi dan Tengkleng.

Namun apakah dua jenis makanan tersebut sudah bisa didapatkan di Blitar? Sepertinya orang Blitar sendiri masih asing dengan dua nama makanan tersebut.

Sate Maranggi

Jika kamu berasal dari Jawa Barat dan sedang berkunjung ke Blitar, atau orang asli Blitar yang pernah ke daerah Jawa Barat dan ingin menikmati Sate Maranggi, ternyata sudah ada depotnya.

Sate Maranggi adalah makanan khas Sunda, khususnya daerah Purwakarta dan Cianjur. Maranggi sendiri berarti seorang yang ahli membuat sarung keris.

Sate Maranggi memiliki perbedaan dengan Sate pada umumnya yang dijual di Blitar, variasi dagingnya (sapi dan kambing), ukuran satenya, dan penyajiannya.

Sate Maranggi biasa disajikan dengan acar sambal tomat, oncom, dan makanan utamanya ketan bakat atau nasi timbel, kalau di Jawa Timur biasa nasi liwet.

Berbeda dengan Sate pada umumnya, daging untuk Sate Maranggi sudah melalui proses marinasi atau perendaman bumbu sebelum ditusuk menjadi sate dan dibakar.

Bumbu rendamnya pun meliputi beberapa jenis rempah seperti jahe, ketumbar, lengkuas, kunyit, cuka aren dan paduan kecap manis. Maka jangan heran jika penyajiannya tidak disertai saus pendamping seperti umumnya sate yang biasa kita makan.

Sate Maranggi masuk menjadi salah satu makanan ikonik yang khas Indonesia dengan cita rasa rempah yang kuat, variasi daging dan ukuran sate yang memuaskan.

Di Blitar sendiri, depot Sate Maranggi bisa ditemui di Jalan Imam Bonjol No. 58, Bendil, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Selain menu Sate Maranggi ada juga menu lain yang menggugah selera, termasuk ingkung Ayam Kampung.

Tengkleng


Mungkin bagi warga Blitar, nama Tengkleng sudah lebih familiar dibanding Sate Maranggi. Karena makanan ini berasal dari Solo, Jawa Tengah.

Tengkleng sendiri, secara tampilan juga mirip Gulai Kambing, meskipun dengan kuah yang lebih encer dan variasi memasak yang berbeda. Jadi, antara Tengkleng dan Gulai Kembing tetap berbeda, lho.

Secara historis, lahirnya makanan Tengkleng memang sangat menyedihkan. Dahulu kala, hanya kaum bangsawan yang bisa menikmati daging kambing, tulang-tulangnya disisihkan.

Namun, tulang-tulang tersebut ternyata masih ada sisa daging, dan dengan bumbu yang sama, dimasaklah tulang-tulang tersebut dan jadilah tengkleng sebagai hidangan masyarakat menengah ke bawah.

Namun di zaman sekarang, Tengkleng sudah menjadi makanan favorit semua kalangan. Di Solo, banyak ditemui penjual Tengkleng yang sekaligus berjualan Sate Kambing atau khusus Tengkleng saja.

Tengkleng yang dijual sekarang tidak menyedihkan seperti historinya, namun sudah lebih banyak dagingnya yang empuk dan enak dimakan.

Popularitas Tengkleng di Jawa Tengah juga merambah ke daerah lain termasuk di Blitar. Salah satunya di Warung Bu Mukin, Jalan Ciliwung, Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

Selain disajikan seperti Gulai, ada juga menu Tengkleng Bakar. Meskipun kadang kita orang Blitar sendiri masih bingung membedakan apa sih bedanya Tengkleng dan Gulai Kambing?

Jumlah tulang dalam Tengkleng biasanya lebih banyak, bahkan kadang masih ada sumsum. Kuahnya lebih encer dan lebih gurih karena efek tulang yang dimasak. Gulai lebih kental dan berlemak.

###


Semakin banyaknya sajian kuliner di Blitar, termasuk Tengkleng dan Sate Maranggi, semakin menarik dan menyenangkan berkunjung di Blitar.

Orang Blitar sendiri bisa mencicipi beragam makanan khas Indonesia yang sudah ada di Blitar. Buat para penikmat daging kambing, sepertinya perlu mencicipi Tengkleng dan Sate Maranggi.

Namun ingat, jangan berlebihan ya. Nikmati dalam porsi ideal dan ajak keluarga, kerabat dan teman dekat untuk menikmati Tengkleng dan Sate Maranggi di Blitar. (Red.ino)
loading...

Post a Comment

0 Comments