Tak Menduga! Inilah Kenapa “Aminah” Jadi Nama Rumah Sakit di Blitar






Mungkin banyak yang mengira bahwa “Aminah” yang kini menjadi nama Rumah Sakit di Blitar, dinisbahkan dari nama Ibu Nabi Muhammad SAW, yaitu Siti Aminah. Apalagi, pada awalnya Rumah Sakit Aminah adalah pondok bersalin, sebelum akhirnya berubah menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), karena itu nama Aminah disimbolkan sebagai kasih sayang Ibu kepada anaknya. Padahal tidak demikian.
“Aminah” yang kini digunakan untuk menamai rumah sakit tersebut, dinisbahkan dari nama salah satu pengasuh panti asuhan Muhammadiyah. Hal itu diceritakan oleh Zaenal Arifin, Sekretaris PDM Kabupaten Blitar yang juga pernah terlibat proses penulisan buku “Menembus benteng Tradisi’. Buku tersebut merupakan kompilasi dari sejarah berdirinya Muhammadiyah di Jawa Timur.
Sebelum berdiri rumah sakit, sudah terlebih dahulu berdiri panti asuhan, forum pengajian, dan kepanduan HW. Sekitar tahun 1957, Muhammadiyah Blitar mulai merintis pondok bersalin di Jalan Veteran no. 12 Blitar. Sekitar tahun 70-an, lalu berdirilah Rumah Sakit Ibu dan Anak. Pelayanan pun berkembang, sehingga pada 2006 didirikan pula Rumah Sakit Umum dengan nama yang sama, yang letaknya berdekatan.
“Banyak orang mengira nama Aminah itu dinisbahkan dari Ibu Nabi, padahal tidak. Aminah adalah nama pengasuh Panti asuhan Muhammadiyah. Kebetulan suaminya juga bernama Pak Abdullah, sehingga untuk mengenang jasa Ibu Aminah, digunakanlah nama beliau,” ujar Zaenal, ketika berbincang dengan tim Majelis Pustaka dan Informasi dalam rangka diskusi untuk penulisan sejarah Muhammadiyah Blitar pasca Pemekaran wilayah.
loading...
Saat ini, RSIA Aminah pun juga berganti nama menjadi Rumah Sakit Islam, dan menempati gedung baru di Jalan kenari no. 54 Kota Blitar. Sementara gedung yang lama sementara digunakan untuk kegiatan belajar mengajar TK ABA, karena gedung yang berada di Jalan Cokroaminoto 5 sedang direhabilitasi. [red.fa]
loading...

Post a Comment

0 Comments