Piala Dunia FIFA 2026 semakin memanas. Hingga 22 Juni 2026, sebanyak 44 pertandingan fase grup telah berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Turnamen edisi pertama yang diikuti 48 negara ini menyajikan banyak kejutan, pesta gol, serta persaingan ketat untuk memperebutkan tiket ke babak 32 besar.
Beberapa tim unggulan seperti Argentina, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat berhasil menunjukkan performa meyakinkan.
Di sisi lain, sejumlah negara nonunggulan mampu mencuri perhatian lewat hasil mengejutkan yang membuat persaingan grup semakin terbuka.
Meksiko Memimpin Grup A
Tuan rumah Meksiko membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di Estadio Azteca pada 11 Juni. Kemenangan tersebut dilanjutkan dengan hasil positif saat mengalahkan Korea Selatan 1-0 pada laga kedua.
Sementara itu, Korea Selatan sempat meraih kemenangan penting 2-1 atas Republik Ceko pada pertandingan pembuka mereka. Hasil imbang 1-1 antara Ceko dan Afrika Selatan membuat peluang lolos dari Grup A masih terbuka bagi beberapa tim.
Dengan dua kemenangan beruntun, Meksiko menjadi tim yang paling diuntungkan menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Kanada Bersinar di Hadapan Publik Sendiri
Kanada tampil impresif di Grup B. Setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina, tim tuan rumah meledak pada laga kedua dengan menghancurkan Qatar 6-0.
Swiss juga menunjukkan kualitasnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Qatar sebelum mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor telak 4-1.
Hasil tersebut membuat Kanada dan Swiss menjadi kandidat kuat untuk melaju ke fase gugur.
Maroko Kejutkan Brasil
Grup C menghadirkan salah satu kejutan terbesar turnamen sejauh ini. Maroko berhasil menahan Brasil 1-1 pada laga pembuka sebelum mengalahkan Skotlandia 1-0.
Brasil kemudian bangkit dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Haiti. Hasil itu membuat persaingan antara Brasil dan Maroko untuk posisi puncak grup berlangsung sengit hingga laga terakhir.
Skotlandia sendiri masih menjaga peluang setelah sebelumnya mengalahkan Haiti 1-0.
Amerika Serikat Tampil Meyakinkan
Amerika Serikat menjadi salah satu tim paling konsisten di Grup D. Tim tuan rumah membuka perjalanan mereka dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay dan melanjutkannya dengan kemenangan 2-0 atas Australia.
Australia sempat meraih kemenangan 2-0 atas Turki, sedangkan Paraguay menjaga asa dengan mengalahkan Turki 1-0.
Turki menjadi satu-satunya tim di grup ini yang belum meraih poin hingga pertandingan kedua.
Jerman Catat Kemenangan Terbesar
Grup E menjadi panggung dominasi Jerman. Die Mannschaft menghancurkan Curaçao dengan skor mencolok 7-1 pada pertandingan pembuka.
Tidak berhenti di situ, Jerman kembali meraih kemenangan dengan menundukkan Pantai Gading 2-1 pada laga kedua.
Pantai Gading sebelumnya mengalahkan Ekuador 1-0, sementara Ekuador dan Curaçao bermain imbang tanpa gol. Hasil tersebut membuat Jerman berada di posisi sangat nyaman untuk lolos ke babak berikutnya.
Kemenangan 7-1 atas Curaçao sejauh ini menjadi kemenangan terbesar yang tercatat di fase grup Piala Dunia 2026.
Jepang dan Belanda Memimpin Persaingan Grup F
Grup F menghadirkan pertandingan menarik antara Belanda dan Jepang yang berakhir imbang 2-2.
Belanda kemudian menunjukkan kelasnya dengan membantai Swedia 5-1. Jepang juga tampil luar biasa saat mengalahkan Tunisia 4-0.
Di sisi lain, Swedia sempat meraih kemenangan telak 5-1 atas Tunisia pada laga pertama mereka. Persaingan grup ini menjadi salah satu yang paling menarik karena beberapa tim masih memiliki peluang lolos.
Kejutan di Grup G dan H
Grup G dipenuhi hasil imbang pada pekan pertama. Belgia ditahan Mesir 1-1, sedangkan Iran bermain 2-2 melawan Selandia Baru.
Pada pertandingan kedua, Belgia kembali bermain imbang 0-0 melawan Iran. Sementara Mesir berhasil mengalahkan Selandia Baru 3-1 sehingga membuka peluang besar untuk menjadi pemuncak grup.
Di Grup H, Spanyol secara mengejutkan ditahan Tanjung Verde tanpa gol pada laga pembuka. Namun La Roja bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi.
Uruguay juga belum tampil konsisten setelah bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi dan kembali ditahan Tanjung Verde 2-2.
Prancis dan Argentina Sapu Bersih Dua Laga
Prancis tampil sempurna di Grup I. Les Bleus mengalahkan Senegal 3-1 sebelum menundukkan Irak 3-0.
Norwegia menjadi pesaing utama setelah mengalahkan Irak 4-1 dan Senegal 3-2. Duel Prancis melawan Norwegia diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada akhir fase grup.
Di Grup J, Argentina juga menunjukkan kekuatan mereka sebagai juara bertahan. Lionel Scaloni dan anak asuhnya meraih kemenangan 3-0 atas Aljazair dan 2-0 atas Austria.
Austria sebelumnya mengalahkan Yordania 3-1, sedangkan Aljazair menjaga peluang lolos dengan kemenangan 2-1 atas Yordania.
Dengan dua kemenangan, Argentina hampir dipastikan melangkah ke babak berikutnya.
Inggris Menang Dramatis, Portugal Tertahan
Inggris memulai kiprah di Grup L dengan kemenangan menarik 4-2 atas Kroasia. Ghana juga meraih hasil positif setelah mengalahkan Panama 1-0.
Di Grup K, Portugal gagal memanfaatkan peluang saat ditahan Republik Demokratik Kongo 1-1. Kolombia justru tampil lebih meyakinkan dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan.
Persaingan di kedua grup tersebut masih sangat terbuka karena sebagian besar tim baru memainkan satu pertandingan.
Babak Gugur Semakin Dekat
Memasuki pekan terakhir fase grup, sejumlah tim sudah berada di ambang kelolosan. Argentina, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, dan Meksiko menjadi tim yang menunjukkan performa paling stabil sejauh ini.
Namun format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara membuat peluang kejutan tetap terbuka. Beberapa grup masih belum memiliki pemimpin yang benar-benar aman, sehingga pertandingan pada 23 hingga 27 Juni diprediksi berlangsung sangat sengit.
Babak 32 besar dijadwalkan mulai sekitar 28 Juni 2026. Dengan banyaknya tim besar yang tampil meyakinkan serta munculnya sejumlah kuda hitam, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah turnamen.

0 Comments
Tinggalkan jejak komentar di sini